Saturday, September 10, 2011

Puisi, Waspada, 6 Maret 2011

KEPERGIANMU
Ria Ristiana Dewi

Mula-mula angin berdesir hingga lekat pada nafas
Turut mengangini ladang-ladang cemas nan deru teriakan
Yang senyap oleh paras cuaca mulai pucat, pekat
Kaukah senyum yang terukir di balik langit hari ini

Jiwa-jiwa melayang pilu akibat cahaya terlampau malas
Ketika bayang awan lintas bergumul-gumul, dirimu…
Terus saja terbawa oleh kencangnya angin
Padahal aku masih terpatung menatap putih di angkasa itu

Serambi KOMPAK, Februari 2011

TELAH SABIT RUPAWANMU
Ria Ristiana Dewi

Terlintas bintang melengkung serupa wajah anggun itu
Perlahan hanya garis setengah di langit
Telah tak sempurna dibuatkan jalan malam ini
Paras tersangkut di lampu-lampu menyoroti,
Di antara dua pohon gagah berani mengawal sejuta sinar

Mari simpulkan segala siluet cerita bintang dan rembulan
Terukir di alun-alun angkasa hitam, sangkut bak cahaya tangung
Bukanlah ini rupa berkawan sinar,
Karena cahaya detik-detik itu mulai pudar
Dagumu melengkung tak sempurna di bayangku yang terkini

Serambi KOMPAK, Februari 2011

MENATAP CAHAYA MUHAMMAD
Ria Ristiana Dewi

Terlahir wajah bercahaya di tengah padang kering
Pula kerontang dari kasih dan sayang dunia
Yang kini mulai menghitung jari seperti akan musnah
Seperti tinggal debu atau asap yang mudah di benam

Cahaya Muhammad seperti memancar pasti
Memberi sinar keindahan di garis-garis hidup
Dan para debu serta asap kan beralir menuju ujung garisnya
Tak pernah hilang walau air berusaha menghanguskan segala
Menyiram bara kebaikan-kebaikan itu,
Muhammad… Muhammad… Muhammad….

Serambi KOMPAK, Februari 2011

CERITA CAHAYA KESEJUKAN
Ria Ristiana Dewi

Bila langit membongkah sengat cahaya resah
Ceruk kebohongan menebar, menjauh, dan berpindah-pindah
Lautan debur gelisah di antara dua ombak berpasangan
Menemukan relung jiwa berdetak lemah

Di situlah gerimis menawar kesejukan,
di batin ilmu, di suatu jarak waktu matahari
perlahan menawar damai, kediaman aman bagi pejuang fajar
lambat laun penyakit sakit membara kan redup

Serambi KOMPAK, Februari 2011


No comments:

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...