Tuesday, September 24, 2024

Rangkaian Kisah

 Aku harus mencari kosa kata yang tepat

berkali-kali membolakbalikkan lembaran

untuk menggoreskan satu frasa

yang memaknai satu sandiwara


Aku, harus merangkaikan satu konotasi

untuk membuat satu metafora

yang sudah lama dilupakan

hanya karena ketulusan mulai diperjualbelikan


Aku, harus memaknai satu sintaks 

untuk mengartikan jalan

yang mulai dkoyak zaman

"seolah-olah kering dibuat waktu"

Mengapa harus

 Mengapa harus ada sifat manusia dalam diri kita

mengapa kita harus merasakan penyesalan

hanya untuk mengatakan bahwa kita lemah


Mengapa harus

kita mengaburkan jiwa kanak-kanak

kala hati ingin berdiam dalam canda kita--

yang hanya langkah-langkah sandiwara


Mengapa harus ada kekeliruan

bukankah kita ada bukan karena gurau-gurau

seperti kebohongan angin akhir-akhir ini

ketika sifat kemanusiaan kita berdesir pelan

di telinga yang sudah lama henti berfungsi

Sunday, September 1, 2024

Tentang Rasa Malu

 Surat ini untuk mengatakan tentang rasa malu


Ketika bawah sadar mengatakan hiruk pikuk

urat malu telah tergadaikan

dan rasa bangga memancar dari sudut kota


Rasa malu menjadi senjata yang usang

hingga koar-koar seolah hanya peliharaan yang siap dilepaskan


harta dan jabatan, itu kesalahpahaman

tentang Pemiliknya yang mungkin saja tersenyum

melihat lepasnya rasa malu dengan keterlaluan


Ia bermain-main dengan urat yang telah lepas

yang terjual dan digantikan dunia


Rasa malu

sudah menjadi harga mahal

dan kita, sudah semestinya kasihan

Monday, May 20, 2024

Pada dasarnya

 Pada dasarnya, aku tak punya apa-apa kecuali rasa kecewa

karena aku harus berinteraksi dengan manusia, maka aku sangat dekat dengan kata "kecewa"

Sungguh, ini ujian yang tidak mudah

Aku berusaha dan berupaya, namun hatiku tak pandai menutupi

bahwa rasa kecewa sedang berada di puncaknya

Meskipun begitu aku tahu, aku takkan kecewa dengan Tuhanku

Aku tahu ia takkan mengecewakan setiap doaku

Menjaga anak-anakku

meluruskan jalan mereka


Pada dasarnya,

Aku hanya manusia biasa

taklah aku dapat memenuhi keinginan manusia selama-lamanya

dan tak pula aku dapat selalu menampung kesabaran

Meskipun aku tahu, aku memang harus sabar

sebagai wujud ketakwaan pada Allah saja


Pada dasarnya,

Jika aku mengingat Rasulullah

dan para nabi

tentu, aku tak perlu merasa sangat menyedihkan

ini, hanyalah permasalahan yang tidak ada apa-apanya

kalau aku mengingat Rasulullah

dan para nabi


Pada dasarnya,

aku masih bisa berharap

dan aku percaya, Allah SWT akan bersama dengan orang-orang yang sabar

ia teramat dekat

dan menghapuskan kebencian pada manusia dalam dadaku


Pada dasarnya,

Aku tidak berhak membenci

semua sudah digariskan oleh Allah SWT

tujuan utamanya tetaplah kepada Allah saja


Pada dasarnya,

ketika meneteskan air mata, hatiku lebih dekat pada-Nya

itu kebahagiaan tertinggi yang luar biasa


bukankah, kelak aku ingin dihadiahi istana di sana?

Wednesday, March 27, 2024

Kau Takkan Bisa Lagi

 Dengarkan ini!

kau

takkan bisa lagi meremehkan orang lain

atau

menjadikan objek yang engkau remehkan itu

sebagai bahan renyah-renyah

dengar

orang-orang itu

tidak selalu lemah

atau ia adalah harapan yang tersisa


ya

ya

dengar

ini hanya tentang bagaimana

engkau melihat bangkai menjadi terkenal

karena ia tersemat dalam tubuh bernama bunga


mengapa kau harus merasa heran

bukankah ciptaan Allah akan begitu

dan selalu istimewa

Saturday, March 16, 2024

Puisi

 Hujan yang Paling Baik

 

Darah

Telah ditumpahkan

Rumah telah dibakar

Masjid telah runtuh

Anak-anak telah kembali

Nyawa mereka telah membayar

Setiap jengkal dari tanah

Yang telah mereka tunaikan

 

Ya Nabi

Mereka telah mempertahankan

Mereka telah memenuhi janji

menunaikan salat, puasa, dan zakat

Mereka tetap di sana dengan rasa syukur

sabar

dan air mata

Karena cintanya pada Allah dan Rasul-Nya

Mereka menegakkan agama Allah

memenuhi apa yang Allah perintahkan

Seperti apa yang pernah tersampaikan

 

Mungkinkah ini hujan paling baik?

Mungkinkah ia hujan terakhir?

 

Ya Nabi,

Ramadhan ini

Mereka masih bertahan

masih berjuang

membalas tatapanmu

Ketika pertama kali Engkau menatap mereka

Dengan penuh kesedihan dan senyuman

Mereka di sini,

Bersama dan berjuang

 

Ketika malaikat menyatakan sebuah tanda tanya

Tentang apa yang Allah ciptakan

 

Dan

Tentang

Mereka

Yang menegakkan kebenaran

 

Bahwa merekalah

Merekalah

 

Jiwa-jiwa yang memenuhi takdir Allah

 

Ya Nabi,

Merekakah yang engkau rindukan

Sebagaimana mereka menegakkan

Apa yang Allah ajarkan

Dan masih mengenggam kitab yang abadi

 

Ada banyak lagu

yang ketika berbunyi, miliaran manusia ingat

banyak catatan berita, yang ketika dibaca, manusia akan tahu

video yang diputar

 

banyak saksi

Bahwa mereka ada

Seperti janji Allah

Merekalah

Merekalah

Yang merindukan

Merekalah yang dirindukan

 

air mata itu ada

janji Allah itu pasti

 

 

Sunday, March 10, 2024

Puisi

 Saudaraku

 

Apa yang menuliskan hingga kau bertahan

Saudaraku

Apa yang menorehkan perasaan ini

Ketika seisi dunia menjadi saksi yang tak mampu lagi didustakan

Saudaraku

Anak-anak dan Perempuan adalah bentengmu dan alasan air mata

Yang tidak akan kering begitu saja

Anak-anak yang tawanya memenuhi jalanan Gaza hari ini

Perempuan yang melahirkan laki-laki yang ditempa dari langit

Saudaraku

Janji Allah itu benar

Apa kau melihatnya?

 

Hari ini,

Aku yang diam mengirimkan surat kepadamu

Tentang tangan-tangan laki-laki kecil yang melempar batu-batu kea rah musuh

Mereka yang melawan, mereka yang mempertahankan kehormatan

 

Hari ini,

Tanganmu

Adalah cara Allah mengajarkanmu cara mempertahankan

Tanah

Yang diperuntukkan orang-orang beriman
genggamlah

Dan tunggulah

Janji Tuhanmu itu benar

 

Saudaraku

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...