Wednesday, September 21, 2022

Kengerian Pernyataan Seorang Filsuf

 Hari ini sekitar tahun-tahun yang lalu socrates pernah memikirkan tentang kehidupan manusia. Mengapa manusia merupakan manusia yang paling tidak stabil dan membutuhkan kesepakatan untuk mencapai keadilan bersama. Keadilan yang lain dari hukum masyarakat dan bukan hukum dari para dewa. 

Betapa socrates hanya memikirkan apa yang tampak secara real di depan matanya, tanpa ia mempertimbangkan perihal energi yang datang tanpa ia tahu pasti. 

Namun, ia sendiri mengakui bahwa manusia hanya akan mendapatkan kebahagiaannya melalui segala kesulitan yang dialami. 

kata kunci "kesulitan" itulah yang menjadikan kita, sebagai muslim memahami bahwa hari-hari tersebut adalah hukum yang Allah berikan terhadap hasil yang ingin dicapai. Kebahagiaan hakiki yang kemudian sangat dangkal untuk bisa diteliti oleh manusia. 

Betapa naifnya, manusia meninggalkan hari-hari pentingnya tanpa mengetahui isi kalimat-kalimat Allah. Betapa naifnya, manusia menjadikan Al quran hanya sebagai bahan bacaan sampingan. 

Bukankah, seperti pada kutipan wikipedia, 

"Al-Qur'an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak.[29] Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur'an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis."

Turunnya Alquran secara berangsur-angsur untuk meneguhkan Rasulullah kala itu, juga menjadi landasan keteguhan Islam untuk bijak memahami hakikat hikmah yang terjadi. 

Allah menjadikan kehidupan seumpama urutan kejadian yang berangsur-angsur. Pemenang di antara kita adalah yang mampu mencerna segala halnya dari apa yang Allah katakan dalam Alquran.

Maka, Socrates harus tahu, bahwa Ia akan tampak hanya sebagai seorang filsuf jika "seandainya" ia tahu bahwa hakikat kebenaran bukan datang dari manusia atau "kesepakatan manusia" melainkan dari apa yang Allah katakan. Jika ia tahu itu, mungkin saja ia akan menjadi heran lantas menamakan diri sebagai manusia saja.


Saturday, August 6, 2022

Aku panggil kamu, untuk mencari celah suara yang mengajak


Sam, aku cari kamu dan aku panggil untuk menemani keheningan. 

aku cari dalam celah yang merekah cahaya darinya

aku susuri dalam rindu yang membalut tiang-tiang kepercayaan

dan ini, menjadi lebih rumit dari hari kemarin--yang selalu kita seruput di antara filosofi kopi 

Kesekian Kali

 Hari ini, dalam sejarah, kembali aku membayangkan: antara sesal atau berupaya mengerti diri. Kesempatan yang kembali datang, antara pergi atau menitipkan sementara keluarga. Aku masih belum mampu untuk itu. Ujian kembali berbicara dan aku belum lulus. Aku masih tetap di sini kembali dan berdiam untuk waktu yang tidak tahu pasti. Tapi yang lebih pasti adalah aku akan tetap belajar meskipun dalam tempurung harus mencari celah cahaya.

Friday, June 10, 2022

Jika hanya Allah yang Benar

Sebuah kutipan yang saya dapatkan dari republika.com, kira-kira begini:

Dalam surat Al Mulk : 2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun,

Ketiga, 

Untuk mengetahuu orang yang dusta atau tidak

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ.وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?

Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

Kita memiliki banyak ujian, yang ujian itu datang dari banyak hal. Kita sendiri bisa memilah dan melihat bentuk apa saja yang memaksa kita harus bersabar, terkadang menangis namun harus tetap tersenyum.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada rasa bersyukur ketika saya dihadapkan dalam banyak ujian, namun dalam hal lainnya saya bersyukur pula bahwa di antara semua itu saya masih bisa bertahan dengan tetap mengingat Allah SWT. 

Dalam setiap salat, kita senantiasa berdoa agar Allah memberikan kita jalan yang lurus. Pemaknaan jalan yang lurus yang harus kita pahami inilah yang terkadang kita abaikan. 

Awalnya atau berjalannya waktu saya sering goyah karena posisi saya sebagai manusia yang ingin merasa aman. Ah, cari amanlah, yang penting teman suka, hatinya suka, cari perhatian, dan lainnya. 

Itu merupakan cara pandang yang salah. Aman adalah benar karena Allah. Jika teman atau siapa saja itu berpandangan yang tidak sesuai dengan tuntunan Allah, kita memang tidak perlu berdebat, namun kita harus tahu dan paham bahwa jika kita memilih jalan kebenaran, tidak selamanya orang lain menyukai. Lantas kita bertanya, bagaimana kita tahu bahwa kita telah benar?

Jawabnya, doa dan meminta pentunjuk Allah. Itulah dia meminta jalan yang lurus.

semoga ini bermanfaat. Amin.


Saturday, May 7, 2022

Perempuan Penunggu

 Aku yang menunggu

menghitung suara burung 

dan desir ombak


Aku yang menunggu

telah lama, melihat kapal-kapal tertambat

namun tak juga kau berlabuh


Aku yang menunggu

menjadi alfa

dan kau mengetuk langkah tanpakutaupasti

Thursday, April 7, 2022

Kita, di atas daun talas

 kita adalah air

yang bergulir di atas daun talas

masa depan kita seperti aturan dadu dalam permainan

kita telah bermain-main di atas permukaan yang sangat nyata

yang diciptakan untuk memberi kesadaran nilai



Aku sedang memikirkan masa depan seperti apa

 seperti apa

daun magenta kali ini akan jatuh

dengan caranya


seperti apa angin kali ini

akan berhembus pada masanya


seperti apa manusia membentuk pola

omong kosong


yang dibentuk kehidupan dan berjalan kepada sistem yang berantakan


manusia yang lupa

akan hadiah bumi

yang menjadikan itu sebagai tempat mencari

mencari

mencari

apa yang dinamakan "benar"


seperti apa yang kamu katakan

seperti itu

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...