Hari ini, dalam sejarah, kembali aku membayangkan: antara sesal atau berupaya mengerti diri. Kesempatan yang kembali datang, antara pergi atau menitipkan sementara keluarga. Aku masih belum mampu untuk itu. Ujian kembali berbicara dan aku belum lulus. Aku masih tetap di sini kembali dan berdiam untuk waktu yang tidak tahu pasti. Tapi yang lebih pasti adalah aku akan tetap belajar meskipun dalam tempurung harus mencari celah cahaya.
Saturday, August 6, 2022
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment