Monday, March 20, 2017

Surat Kelima Malam Sepi untukmu selalu, Sam

Sam, terimakasih kau masih di sini bersamaku, menemani malam sepiku. Ya, aku kesepian, Sam. Kau bertanya kenapa? Ya, terkadang keramaian justru menyebabkan sepi. Entahlah, kau sudah menjadi teman baikku sejak lama. Dan tidak ada yang seperti kita.

Thursday, March 9, 2017

Surat yang telah lama untukmu, Sam!

Sam... aku tak mau mendengar bagaimana kabarmu. Aku tak tertarik dan tak berniat untuk mencampuri kehidupanmu. Tapi, izinkan aku menarik benang merah dari kehidupanku sendiri. Aku harap kau bisa menjaga rahasia. Terlalu sulit memang, di zaman serba canggih ini untuk merahasiakan sesuatu dari siapapun. Tapi aku yakin, tidak ada yang lebih menarik dari pada rahasia kita berdua. Apa kau tersenyum, Sam? Aku yakin itu. Aku ingin berkisah. Mungkin tidak menarik. Tapi, akibat ego, semuanya jadi menarik menurut diri sendiri.

Beberapa hari ini aku merasa duniaku kembali. Dunia saat melihat sebuah keluarga begitu berarti dan menjadi arah pulang. Lama sekali aku mendambakannya. Kau tahu, apa yang harus kulakukan untuk itu? Tidak banyak, tetapi aku tahu setiap kita harus berhasil menahan diri dari bentuk-yang apapun itu, menurut kita membahagiakan, tetapi sungguhnya tidak. Apa kau paham? hem... aku tahu apa kau mengerti aja atau mengerti sekali. Haha tetap sama, Sam--saja (satu), sekali (satu). Kau paham?

Sam, aku menulis apapun yang aku sukai dan terkadang aku tersenyum sendiri karena itu. Terlalu banyak orang yang cerewet dengan tulisanku. Sebenarnya aku tak terlalu suka dengan kecerewetan mereka. Aku merasa aku perlu berada dalam kenyamanan. Tulisanku pun akan menemukan pembacanya sendiri. Terserah dari arah mana. Yang aku peduli, aku tetap memperhatikan unsur Tuhan dalam tulisanku dan di sana aku senang mengutamakan masalah. Cara berceritanya? Terserah padaku--jangan terserah pada orang yang tidak menulis. Hehe...

Yap, kau betul, Sam. Aku ingin lebih cerewet dari orang yang paling cerewet. Itulah alasanku menemukan jalan pulang. Hem... aku merasa lebih nyaman dan bahagia. Ah, bahagia yang fleksibel maksudku. 



Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...