Saturday, August 19, 2017

Mengetuk Palu Malam

Sam, malam terlalu larut untuk sekadar berbagi. Menceritakan kehidupan yang tak pernah ada habisnya. Dan rasa lelah selalu menjadi alasan kenapa kita senantiasa berbagi pada malam. Hanya dengan malam, kita bisa tahu seperti apa cerminan kita dan adegan-adegan peristiwa hari ini akan terngiang begitu saja. Sam, kehidupan berubah dengan sangat cepat dan aku sedang menuliskan dalam benak, apa saja yang telah berputar tentang kebodohan dan ketulusan. Bahwa sekali lagi aku katakan padamu manusia di dunia ini adalah sama, tidak ada yang bisa membuat perbedaan selagi ada Tuhan di atas segalanya. Hanya saja waktu selalu membedakan segalanya. Beginilah waktu mempermainkan kehidupan. Kau tahu, setiap perjumpaan dan perpisahan selalu ada artinya, apalagi jika itu di hadapan waktu. Jika saja seseorang menjumpai seseorang lebih awal daripada seseorang yang lainnya, kisah akan menjadi berbeda. Pun jika nanti ada seseorang yang begitu hebatnya karena waktu yang berputar begitu menjadikannya di atas saat seseorang yang lain sedang di bawah, kedua orang itu takkan pernah tahu bahwa waktulah yang telah memberikan batasan. Dan ketika kondisi telah menyamakan segalanya, kedua orang sesungguhnya tidak pernah bertemu. Dam biarlah dinding ini menjadi saksi coretan bahwa ada dua orang yang pernah bertemu lantas berpisah. Begitulah, alahai, aku masih lebai seperti tahun-tahun yang lalu walau dahulu tak disadari, kini aku menyadarinya. Mari kita tertawa bareng-bareng.

Sunday, August 6, 2017

Jalan-Jalan di Medan, Siapkan Stamina Ekstra

Oke mari saya pandu Anda ke video siaran langsung saat saya berada di Medan. Ini masih contoh jalan kecil, kepadatan sudah terasa. Klik kesini:
https://www.facebook.com/ria.ristiana.9/videos/10209546607763565/
Oke, Anda akan tahu betapa malasnya saya, terlebih membawa anak kecil harus pakai mobil keliling Kota Medan. Padahal ini masih di jalan kecil, belum ke jalan besar atau ke tengah kota. Saya ingin menyarankan agar Anda lebih baik naik motor, eh, "kereta"-kata orang Medan. Itu pun kalau Anda tidak membawa anak kecil. Karena kalau bawa anak kecil dengan kondiri berdebu memang membawa dilema tersendiri.



Saturday, August 5, 2017

@Medan

Medan tidak banyak berubah, sementara itu ke depannya sudah pasti, Medan akan menjadi kota metropolitan dengan segala problematikanya. Saya sendiri merasa masih terkejut "kembali" ketika berada di jalanan Kota Medan. Jika saya membandingkannya dengan Batam, memang terlihat sekali jauh berbeda. Di Batam, ketika di jalan raya saya merasa kantuk, sementara di Medan saya merasa harus selalu waspada. Inilah letak perbedaan yang membuat saya merindukan Batam jika berada di Medan. Lain halnya jika saya berada di Batam yang tenang dan hening, saya sangat merindukan Medan yang ramai. Oiya, satu lagi yang membuat saya harus selalu waspada adalah, di Medan marak pencopetan-perampokan. Segala cara akan dilakukan, terlebih ramainya kota ini. Bukan berarti di Batam tidak ada copet. Dulu, Batam memang tergolong kota yang cukup aman. Kalau ada copet pun mereka akan berpikir beribu kali, karena Batam adalah pulau dan untuk melarikan diri dari kota ini tidaklah mudah. Namun, akhir-akhir ini banyak orang yang nekat menjadi copet-hal itu dibarengi dengan banyaknya Perusahaan yang tutup, mengakibatkan banyak orang terpaksa harus mencari uang dengan menghalalkan segala cara.

Oke, Alhamdulillah tanggal 21 Mei 2017 kami sampai juga di Medan. Saya, Agid, ayah Agid, dan saudara sampai juga di rumah nenek Agid, ibu kandung saya di Medan, tepatnya dekat UMN. Cari aja sendiri ya, hehehe.....

Di Medan, nenek Agid sudah menyediakan kamar lengkap dengan AC-nya. Mengingat cucu zaman sekarang ga tahan kalau tidur ga pake AC. Is..is....zaman sudah berubah, cuaca bumi yang semakin panas membuat para orang tua tidak tega melihat anaknya kepanasan. Semoga cuaca di bumi tidak semakin memburuk ya, kasian anak-cucu kita nanti. Kami langsung merebahkan badan ke tempat tidur karena sudah sangat kelelahan.

Kami ke Medan pada bulan puasa, dalam suasana yang cukup melelahkan memang akan sangat mudah untuk kami tertidur nyenyak.

Oke, di Medan, perjalanan kami cukup panjang, sampai-sampai kami hanya beberapa hari saja di rumah loh... mau tahu kelanjutannya? Kita lihat dulu pesan-pesan berikut ini!

 Eng-Ing-Eng




Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...