Monday, May 7, 2018

Hentakan itu

Pejamkan matamu. lalu, dengarlah hentakan kaki yang mendekat, seperti ketukan nada lagu kenangan. Tetap pejam, dan tariklah napas pelan, ada yang semakin dekat. Entah dari arah mana saja. Hentakan itu, menggiring pada ruang yang berkotak-kotak, tentang sebuah surau dan pepohonan sejajar mata kita. pejamkan terus, dan rasakan degup di bagian dirimu. Ada apa? pejam, dan diam.

Thursday, February 8, 2018

kata

kata tak pernah kau paham, diam tak pernah kau kenang, ributnya tak pernah kau peduli. kau menjadi mati karena pilihanmu dan kau menjadi keliru.

Jangan Menarik-Narik Aku

jangan pernah menarik tangan yang telah menjadi ruh dan tak ingin keluar dari raganya. Tangan yang takkan pernah sama lagi, yang pernah kau genggam dan kau lepas. Kita berjalan seperti isakan napas ikan di atas tanah, merintih, haus kehidupan. perempuan selalu percaya bahwa ejaan takkan pernah ada gunanya kalau ia sendiri membenci si pembuat aturan. perempuan selalu begitu dan jangan pernah menarik-narik tangannya. jangan pernah dicoba, nanti kau koyak dan terbakar habis. jika ada ruang seperti seberkas rindu yang masih kau buka dan celahnya sangat mengagumkan, jangan percaya bahwa itu adalah jalan, sebab itu adalah kepala singa yang badannya telah habis dibuat peperangan.

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...