Monday, May 7, 2018
Hentakan itu
Pejamkan matamu. lalu, dengarlah hentakan kaki yang mendekat, seperti ketukan nada lagu kenangan. Tetap pejam, dan tariklah napas pelan, ada yang semakin dekat. Entah dari arah mana saja. Hentakan itu, menggiring pada ruang yang berkotak-kotak, tentang sebuah surau dan pepohonan sejajar mata kita. pejamkan terus, dan rasakan degup di bagian dirimu. Ada apa? pejam, dan diam.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment