Menertawakan bunyi, itu yang pernah dan masih kita lakukan
dan iriangan itu menjadi waktu yang layu, kembali menertawakan kita
seolah pecandu ruang, kata demi kata runtuh dari pondasinya
namun bunyi tetap bersemayam, melekat di relung
begitulah kita menjadi bodoh dibuatnya
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
-
Dengarkan ini! kau takkan bisa lagi meremehkan orang lain atau menjadikan objek yang engkau remehkan itu sebagai bahan renyah-renyah dengar...