Saturday, July 25, 2015
lupa pada pohon di depan rumah
Kebahagiaan orang yang kita cintai seharusnya menjadi kebahagiaan kita bukan kah ketika pepohonan di depan rumah rumah kita tanpa bunga merupakan kepedihan ini adalah pertanyaan mengapa kita lupa Menyiram air Mengapa kita lupa memberi perlindungan Mengapa kita lupa matahari begitu panas untuk pohon terkadang kita terlalu yakin Hujan akan turun tetapi membahagiakan pohon pohon di depan rumah dengan tangan kita sendiri Selalu berharap kepada matahari kepada awan Bukan kah Allah memerintahkan kita untuk meminta sekaligus dengan usaha yang kita punya ketika kita membiarkan matahari pohon di depan rumah ketika itu kebahagiaan mulai runtuh di depan mata Adakah penyesalan yang lebih daripada melihat kebahagiaan runtuh di depan rumah kita kita selalu meminta kebahagiaan kepada Tuhan Yang Maha Pencipta tetapi kita sendiri yang menghilangkan kebahagiaan kita kita biarkan pohon-pohon kekeringan kita Biarkan kita biarkan semua itu berjalan begitu saja kita mau berusaha kita mau mencari apa maksud dari Allah mengapa terkadang pohon pohon di depan rumah ya Allah titipkan kepada kita menjadi beban yang sangat dAllah memberikan doa kepada kitaahsyat di hati kita kita lupa bahwa pohon juga perlu air hujan matahari cinta kepada Allah kebahagiaan kita minta kepada Allah pohon pohon di depan rumah tapi kita sakiti Iya dengan rasa kekecewaan kita sakiti Iya dengan rasa cuekin kita punya kita sakiti kekeringan tanpa bunga bunga kita sakiti Iya dengan hanya berjalan tanpa menoleh kita sakiti merasa kekeliruan kita kita tidak peduli terkadang kita tidak peduli dengan pohon pohon di depan rumah air Allah memberikan cinta kepada kita Allah memberikan ayat ayat kepada kita dengan membacanya kita merasa diri kita sudah sombong dan tinggi kita sangat ingin membacanya kita sangat ingin mendapat ridho dari Allah tapi kita lupa sekali lagi pohon di depan rumah itu adalah buah dari ayat ayat Allah yang kita lupakan dan kita biarkan begitu saja tidak ada bunga bunga yang membuat pria bahagia justru pohon pohon di depan rumah pekarangan orang lain terkadang kita menjadi Iba pohon pohon di pekarangan teman teman kita mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa melihatnya berbunga melihatnya tersenyum kita tidak bahagia karena melihat pohon pohon di depan rumah sendiri Tersakiti kita lupa lupa dan lupa menyiram pohon pohon di depan rumah kita sendiri tidak ada yang bisa mengubah senyumnya kecuali kita menyerahkan orang orang di rumah kita Dengan mengatakan bahwa ini karena doa yang bodoh dari kita sayang Maha bodoh sehingga menjadi sedih dan tidak bahagia lupa dan lupa orang orang di dalam rumah terkadang tidak tahu ingin mendapatkan air dari mana air yang tidak kita berikan kepada orang orang yang ada di dalam rumah orang orang di dalam rumah bertanya kepada kita Apa yang bisa aku perbuat dengan pohon-pohon yang menyedihkan itu sementara engkau tidak memberikan air secukupnya untukku lantas kita lupa lupa dan lupa bagaimana caranya kita untuk membahagiakan orang orang di dalam rumah kita lupa lupa dan lupa kita pernah membaca ayat ayat suci Allah berikan Kita pernah berikhtiar janji kepada Allah kita pernah pernah mengucap Sumpah Allah Maha Pencipta tapi kita menyerahkan orang orang kita lupa lupanya kita itu untuk siapa Mengapa kita bisa lupa sekarang kita berpergian pekarangan rumah orang lain untuk mencari kebahagiaan kita tersenyum tertawa di sana orang orang di dalam rumah entah apa yang pernah kita lakukan kita katakan Mengapa pohon pohon di depan rumah temanku tersenyum indah kita tidak pernah bertanya Mengapa aku lupa memberikan air di depan rumahku sendiri Kita tidak mengetahui Kita pernah menyaksikan pohon-pohon yang menyedihkan dipekarangan rumah Ibu Bapak kita suatu makalah kita dinasihati tapi kita tidak peduli kita lupa nasehat orang tua kita demikianlah yang tidak mendapatkan tempat di hadapan Allah dan di hadapan orang tua kita merasa diri kita cukup terkadang bersama menatap langit rumah hari ini mengapa kita menutup telinga mata untuk kebahagiaan sesaat yang tidak kita berikan kepada pohon pohon di depan rumah kita bahagia tapi pohon pohon di depan rumah tidak bahagia Apa artinya kita menatap langit-langit rumah kita dengan penuh kesedihan kita menatap diri kita di depan cermin ayat ayat yang kosong di depan menghianati ayat ayat yang telah kita baca sendiri itu Sebuah Rahasia kita tidak perlu membaca apapun yang kita anggap sebuah pesiar Costa kita tidak ingin disalahkan oleh siapapun seolah olah kita memecahkan Kurnia mata yang menatap tajam di depan cermin berkata tidaklah benar benar berbicara apa yang terjadi pada dirimu engkau tidak perlu pemeriksaan Ingatkan
Thursday, July 9, 2015
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...





