Medan tidak banyak berubah, sementara itu ke depannya sudah pasti, Medan akan menjadi kota metropolitan dengan segala problematikanya. Saya sendiri merasa masih terkejut "kembali" ketika berada di jalanan Kota Medan. Jika saya membandingkannya dengan Batam, memang terlihat sekali jauh berbeda. Di Batam, ketika di jalan raya saya merasa kantuk, sementara di Medan saya merasa harus selalu waspada. Inilah letak perbedaan yang membuat saya merindukan Batam jika berada di Medan. Lain halnya jika saya berada di Batam yang tenang dan hening, saya sangat merindukan Medan yang ramai. Oiya, satu lagi yang membuat saya harus selalu waspada adalah, di Medan marak pencopetan-perampokan. Segala cara akan dilakukan, terlebih ramainya kota ini. Bukan berarti di Batam tidak ada copet. Dulu, Batam memang tergolong kota yang cukup aman. Kalau ada copet pun mereka akan berpikir beribu kali, karena Batam adalah pulau dan untuk melarikan diri dari kota ini tidaklah mudah. Namun, akhir-akhir ini banyak orang yang nekat menjadi copet-hal itu dibarengi dengan banyaknya Perusahaan yang tutup, mengakibatkan banyak orang terpaksa harus mencari uang dengan menghalalkan segala cara.
Oke, Alhamdulillah tanggal 21 Mei 2017 kami sampai juga di Medan. Saya, Agid, ayah Agid, dan saudara sampai juga di rumah nenek Agid, ibu kandung saya di Medan, tepatnya dekat UMN. Cari aja sendiri ya, hehehe.....
Di Medan, nenek Agid sudah menyediakan kamar lengkap dengan AC-nya. Mengingat cucu zaman sekarang ga tahan kalau tidur ga pake AC. Is..is....zaman sudah berubah, cuaca bumi yang semakin panas membuat para orang tua tidak tega melihat anaknya kepanasan. Semoga cuaca di bumi tidak semakin memburuk ya, kasian anak-cucu kita nanti. Kami langsung merebahkan badan ke tempat tidur karena sudah sangat kelelahan.
Kami ke Medan pada bulan puasa, dalam suasana yang cukup melelahkan memang akan sangat mudah untuk kami tertidur nyenyak.
Oke, di Medan, perjalanan kami cukup panjang, sampai-sampai kami hanya beberapa hari saja di rumah loh... mau tahu kelanjutannya? Kita lihat dulu pesan-pesan berikut ini!
Eng-Ing-Eng
Saturday, August 5, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment