Saturday, September 10, 2011

Puisi, Medan Bisnis (Rentak), 1 Mei 2011


Segala Tentram yang Didaur Ulang

Kesunyian jiwa terus memantul dari buah bibirmu
Jasad kerap lapuk dirayap detik-detik resah nan gelisah
Tersangkut jantung tersayat tulang belulang
Kemudian darah ringkih bercampur cairan hitam
Kelam, gelap, senyap.

Berapa kali kita bermain air yang kurun kelam itu
Telah hitam menjadi buram
Bagaimana lagi caraku menyaring racun yang bercecer di kebiruannya
Entah kepada doa-doa atas dosa-dosa kita menyatu menjadi penawar
Saat itu ruh kita menyatu walau raga pun berseteru

Berapa kali kita percaya,
Jasadmu, ku telah menjadi sehat berdamping jiwa
Turut ruh yang berhembus sejuk di alir cinta.

No comments:

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...