Canda
Kau bilang kau janji,
Melintasi telinga dengan
merdu
Dan berjalan dalam genangan
mataku
Serta mengatakan padanya
Bahwa kata-kata adalah aliran
air
Ia akan datang dengan
sendirian
Ke dalam hilir di benakmu
Lalu akan menggelitik
kekakuan hidup
Hingga yang tertinggal hanya
canda.
Ya, tidak yang lain
Begitu!
Tawa Melati
Aku sebut ia melati
sebab harum
seolah datangnya kabar
gembira
dan pertanyaan kata:
mengapa ada tawa?
Ia harum
dan kelopaknya ramah
dalam hati, ia kegembiraan
tak lain melainkan
“Melatiku”.


No comments:
Post a Comment