Peristiwa
Kau dan Aku
Peristiwa
itu bermula di kemudian,
Sebab itu
aku pernah mengatakan saran
Namun kau
tak mengindah
Itulah
aku berpindah, dari satu unit perangkat kerinduan
Peristiwa
yang belum pernah kau kian,
Aku mengatakan
jangan gegabah menyatakan sunyi
Berharap kau
mendengar
Sudahlah
apa terjadi, aku tetap.
Peristiwa
itu kita di hari kini dan ke depan
Yang sama tumbuh kemudian gugur
, 6 April 2012
Sepiring
Nasi di Malam Hari
Sepiring
nasi di malam hari hingga aku terlalu dungu
Perutku
buncit melulu
Di atasnya
merica cabai, bumbu-bumbu cemburu
Mirip
rengut kala aku memeluk rindu
Hem...
Sepiring
nasi di malam hari hingga aku lapar selalu
Ayah
ceracau sebab aku biru bekas digigit kutu
Sepiring
nasi di malam hari, lega kasih beradu cumbu
Namun aku
takkan begitu
Serambi
KOMPAK, 8 April 2012
1 comment:
keren kak..
Post a Comment