Kehilangan adalah hal biasa. Namun, kehilangan diri sendiri adalah menemukan bencana pikiran yang luar biasa. Hari di mana wabah melanda, di mana aku harus berjuang dengan diriku sendiri dan di mana aku banyak kehilangan kata-kata hanya untuk menjadi manusia membosankan. Pertama kalinya aku merasa puisi tak mampu menampung jiwa dan kata-kata menjadi rasa sakitan dalam dada. Betapa luar biasanya kondisi ini dan betapa menjemukannya. Aku harus bisa karena banyak orang telah bisa. Aku harus mampu karena banyak orang yang berusaha mampu. Aku harus bersyukur karena banyak orang yang tak tahu apa itu kata syukur. Aku harus berupaya dan benar-benar berupaya.
Tiba-tiba
dadaku hampa dan jiwaku kaku
dan sejenak mimpiku rapuh dan gugur air mata
semua yang berdiri terhentak dan tak mampu berjalan
benar, aku yang kehilangan diri sendiri
ingin mati atau hati atau ini memang jari
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment