Beberapa kelender hilang senyap
sejumlah harapan tergantung di paku dinding
sembari hilang dalam kejapan
tubuh yang hilang dan puisi yang malang
kelender meringis di atas atap
menghitung denting akibat rintik
yang hujannya malu bertandang
beberapa kelender hilang tak berjejak
seperti meninggalkan daun yang terbawa arus
petang menjadi pagi
dan wajah puisi kehilangan lirik
ini kelender puisi
yang jejaknya dibawa takdir
dan angka-angkanya nisbi
serupa tahun-tahun silam
tapi tak sebaik itu atau kemudian
ini kelender puisi atau "isi hati"
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment