Wednesday, June 4, 2014

Ingin kuabadikan-real

Memasuki pertengahan tahun pernikahan, aku belajar:
Menggantikan kata-kata dengan detak yang paling kencang
Atas nama cintaku kepada suamiku, atas nama perempuan
Yang menangis di dermaga menunggu bertahun-tahun
Dan engkau menggantinya dengan senyum yang jarang kutemui
Terduduk, menundukkan problema, menyatakan lapang, di hatiku tanah begitu terasa lapang. Suamiku, aku terlahir di matamu tanpa perawakan yang didambakan duniawi, tanpa hati yang didambakan surgawi, tanpa ada yang peduli, tanpa mampu belajar, tanpa pengalaman cinta yg familiar, tanpa dan tanpa. Aku dengan kekuranganku dan engkau dengan senyum yang paling kasih, merentangkan tanganmu. Aku takkan pernah menggantinya dengan catatan-catatan kebodohan. 

Di dalam genggaman tanganmu aku berjalan menuju Allah SWT. Dengan tanpa dan tanpa, kau mengajariku, menuntunku, membimbingku, dengan senyummu, dengan emosimu yang paling kucintai, dengan ݪªª! Dengan sabar yang sangat kau kuasai... 

Aku takkan pernah lupa pernah memiliki janji kepada Allah, jika nanti Kau pertemukan aku dengan lelaki yang menuntunku, jika Kau pertemukan dengan yang sederhana dan paling menghargai wanita, aku akan menjaganya dan akan menjadi istri yang paling didambakan seorang suami. Kini, aku akan memenuhi janjiku setelah Allah memberikannya. 

Bimbinglah kami ݪªª Allah...
Kini, kusyukuri, segala yang Allah berikan
Beribadah, menuju rumah Allah..
Bersama suamiku.

Kini, aku belajar yang sesungguhnya kehidupan
Dari apa yang dikurangkan dari masa laluku-aku yang dungu-
Yang kekanak-kanakan-yang konyol-yang aneh-yang riya-yang penuuh dengan tanpa... 

Hanya doa yang aku bisa setelah tanpa
Dan Allah berikan segala-galanya.
Suamiku. I LoVe U. 

No comments:

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...