Sunday, May 18, 2014

Puisi, Medan Bisnis, 11 Mei 2014, Art n Culture

Tampakku, Februari

Tampakku, februari fajar
kaki-kaki berjalan di garis tangan
Dan melangkah dengan lenggang
Meski runtuh mata, tak lekang kata-kata

Tampakku, bulan menganga
Malam turun di singgasana
Hati terenyuh, bibir bergerigi, langkah terhenti
Mestinya, aku dan kamu menemu jam

Yang detak di februari
Adalah yang turun dari ranting
Gugur ketika masih fajar
Dan berdiri dalam masa yang matang

Tampakku, februari bicara lantang
Menegur, membangunkan,
Dan, tampakku
Aku rindu februari tahun-tahun lalu
Meski,

Batam, 3 Februari 2014



Sam, Katanya itu Bulan

Sam, katanya itu Bulan!
Tapi matanya jalang
Dan tatapnya menetap dengan gagap
Jantungku detak satu dua

Sam, katanya itu Bulan
Adalah rindu yang tunai di ladang kita
Dan peristiwa beberapa tahun silam
Tapi, Sam seluruh adalah alam

Dan alam adalah jam
Yang ada adalah pasti!
Katakan, Bulan yang mana
Mesti kupercaya...

Batam, 3 Februari 2014

No comments:

Jangan Terlalu Percaya Diri!

 Jangan  jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...