Tampakku, Februari
Tampakku, februari fajar
kaki-kaki berjalan di garis tangan
Dan melangkah dengan lenggang
Meski runtuh mata, tak lekang kata-kata
Tampakku, bulan menganga
Malam turun di singgasana
Hati terenyuh, bibir bergerigi, langkah terhenti
Mestinya, aku dan kamu menemu jam
Yang detak di februari
Adalah yang turun dari ranting
Gugur ketika masih fajar
Dan berdiri dalam masa yang matang
Tampakku, februari bicara lantang
Menegur, membangunkan,
Dan, tampakku
Aku rindu februari tahun-tahun lalu
Meski,
Batam, 3 Februari 2014
Sam, Katanya itu Bulan
Sam, katanya itu Bulan!
Tapi matanya jalang
Dan tatapnya menetap dengan gagap
Jantungku detak satu dua
Sam, katanya itu Bulan
Adalah rindu yang tunai di ladang kita
Dan peristiwa beberapa tahun silam
Tapi, Sam seluruh adalah alam
Dan alam adalah jam
Yang ada adalah pasti!
Katakan, Bulan yang mana
Mesti kupercaya...
Batam, 3 Februari 2014
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment