Malam kita
dan Secangkir Kopi
Oleh: Ria Ristiana Dewi
Sementara
paduan warna aku tengah merah dan kelabu
Kau
terlentang, namun mencium aroma madu
Di situ, aku
menawarkan secangkir lagi
Malam-malam
itu, kau dan aku selalu berbagi waktu
Kopi dan
madu jadi tempat adu
Kisahmu
adalah masa lalu
Pun aku tak
mau malu
Malam itu
aku duduk, ada secangkir kopi
Dan ada tuts
tuts kosong mengambang
Sementara
kita masih saling memandang
Kau tawarkan
berbagi cangkir, kali ini aku menolak
Sayang, aku
tertidur, maka aku memilih tidur
Sementara
kau pergi dengan secangkir kopi
--masih lekat di tanganmu:
entah, kau
bagi siapa lagi?
No comments:
Post a Comment