Pilihan Kemerdekaan, Generasi Emas
--Ria
Ristiana Dewi--
Generasi yang kusebut harapan-harapan di kening langit
Ia adalah kertas yang siap menoreh cita dan memperoleh cinta
Generasi, bukanlah kunang-kunang yang tertatih dalam pekatnya
malam
Dan lemahnya jalan
“Abu-abu dunia”
--yang membatasi pandangan-pandangan masa depan
Telah kubuka dengan kemerdekaan
Apalah arti kemerdekaan
Tanpa kau tahu pasti arti kebebasan
Apalah arti kemerdekaan
tanpa kau bisa melaksanakan
Kita telah di sini
Telah lama kita belajar
Menerjemahkan peliknya api
Ketika ia membakar semangat para pahlawan
Aku antarkan kau
Di pintu gerbang cakrawala
Yang pagarnya adalah besi-besi tua
--yang kokohnya telah runtuh dibawa waktu
Jika di bawah kakimu,
Bara telah menyala
Dan puing-puing sejarah telah Kembali
Aku yakin, kaupun tahu ketukan kuda yang mana
--akan membawamu pada lurusnya jalan.
Wahai generasi
kusebut kau Pancasila
yang berkibar dan memberi kabar
bahwa ia takkan kepak dengan sendirinya
takkan pula menjaga Indonesia dengan sebelah hatinya
perlu keutuhan niatmu
perlu kita berpegangan
meskipun lautan itu luas
lautan yang menerjang saat kapal-kapal persatuan
melewati samudera keemasan
Wahai generasi,
tingginya kepala, berdiri di atas kaki Garuda
Kegagahan itu,
Adalah kerendahan di hadapan Tuhanmu
Di bumi yang kita cintai
Kita mempertahankan yang benar
Mengaburkan perbedaan
Baju kita boleh jadi ragam pesona
Topi kita terbuat dari cenderamata peradaban emas
Bergegaslah
Meskipun keyakinan koyak oleh zaman
Jika aku memintamu dari ruang-ruang kesaksian ini
Maka berjalan dan berlarilah
Itu lebih baik, seandainya kau tak menoleh ke belakang
Merah dan putih itu melambai—
Lambaian masa depan yang kutitip kepadamu
2 Desember 2023
No comments:
Post a Comment