Menjawab sepi bukan dengan keramaian, bukan pula dengan kelelahan.
Ia seperti menuntut kepuasan batin, meskipun mesti pula menjawab kemenangan mental.
Orang-orang menunjuk kepingan keinginan seperti menebak gundukan lotre.
Alhamdulillah... perjalanan telah dilalui.
Awalnya, kami merasa hanya akan menjadi bagian dua kota, tetapi kehendak Allah membuat jalan kami sampai pula ke parapat, berastagi, kebun teh sidamanik, dan ke Lhoksumawe (Aceh). Belum sampai ke Sabang.
Kisahnya akan dibagi menjadi beberapa bagian. Mari dibaca!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...

No comments:
Post a Comment