Bagaimana Sam, apa kau masih diselimuti sepi? Aku tahu, akhir-akhir ini kesedihanmu berada di posisi depan, mendahului aba-aba yang kau siapkan. Yang aku tak tahu, apakah benar perasaan kita saat ini sama. Sam, pagi ini hatiku lebih tenang. Jiwaku lebih damai. Segelas kopi, laptop, dan wifi membuatku tampak lebih stabil. Walau aku tak tahu apa yang akan terjadi setelah itu. Kau sendiri paham apa maksudku. Sudah lama aku mendambakan hal seperti ini. Entah dari mana aku mulai berkata-kata kali ini. Pagi ini, ketenanganku tidak bisa aku keluhkan.
Sam, kau pasti menonton apa yang aku tonton akhir-akhir ini. Terlalu banyak kehebohan yang membuat dada kita tersekat. Terlalu banyak bicara dengan orang lain, itu juga bukan hal yang baik. Tapi, aku paham betul. Diam tidak pernah bisa selalu menenangkan hati seseorang. Itulah cara bagiku untuk menyimpulkan bahwa berbicara denganmu adalah langkah mengurai kegelisahan. Entah berapa banyak orang yang akan tertarik dengan hal ini. Aku sendiri tidak pernah peduli. Aku anggap hati lebih punya pengaruh dari pada logikamu sendiri. Aku masih percaya itu.
Oh, ya, Sam.... Apa kau pernah membaca buku mengenai seseorang yang bermimpi menjumpai Nabi Muhammad SAW? Apa kau pernah tahu orang itu diselimuti kegelisahan. Ia sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya. Ia bukan pengikut Nabi Muhammad, ia masih menjadi sekelompok yang lain saat itu. Ia merasa apa yang terjadi pada dirinya adalah kejadian aneh yang keterlaluan. Tapi kita tahu Sam bahwa bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad SAW adalah harapan semua umatnya, umatnya. Tapi ia, seseorang itu bukan umatnya. Kau tahu dan paham apa yang bisa terjadi karena hal itu. Kegelisahan yang terus menerus membuat orang itu mencari tahu mengenai Nabi Muhammad. Ia menjadi saksi betapa beruntungnya ia bisa bertemu walau hanya dalam mimpi. Kita sendiri tahu bahwa satu-satunya manusia yang tidak bisa diserupai wajahnya oleh setan adalah Nabi Muhammad SAW. Kebenaran itu tidak bisa dipungkiri. Itulah sebabnya jika ia bermimpi berjumpa dengan Nabi Muhammad, maka sesungguhnya ia benar-benar menjumpainya.
Sam, kau dan aku tahu bahwa banyak hal bisa terjadi di luar batas pemikiran kita yang biasa saja ini. Tapi sebuah kebenaran tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Kebenaran bahwa denyut jantung itu letaknya di sini, di dada kita yang membaca Al Qur'an dan berusaha untuk menjalankannya. Terkadang kita ingin lari dari sebuah peraturan. Kita ingin berpaling, kita ingin menjadi liar saja, kita ingin membuat aturan sendiri saja, kita adalah hebat, kita merasa menjadi orang yang paling kaya, luar biasa, menakjubkan. Tapi kau tahu Sam, apa yang lebih hebat dari itu? Jawabannya: MUHAMMAD.
Ia, Muhammad, diciptakan dengan segala bentuk kelebihan yang tak bisa dimiliki banyak ciptaan-Nya. Kau tahu, kehebatan yang sempurna adalah ketika kau bisa menahan diri demi kebaikan banyak orang. Ketika kau berjalan dengan berjuang di jalan Allah, namun jalanmu tertatih, ketika kau tak perlu diketahui banyak orang. Hanya namamu yang tercatat di sana, di sisi banyak manusia, tapi tidak dengan wajahmu. Kau tahu dua yang tidak bisa kau lihat ketika kau hidup di dunia ini tapi bisa kau rasakan keberadaannya. Kau tahu siapa? Jawabannya: Allah dan Muhammad.
Kau tahu, hingga kini tidak ada manusia yang mampu menggambarkan wajahnya. Hingga kita, manusia, merasa bahwa jika nanti kita mati yang pertama ingin kau lakukan adalah melihat wujud Allah dan Muhammad. Itulah mengapa Sam, jika ada seseorang yang bermimpi menjumpai Muhammad walau hanya dalam mimpi, ia adalah orang yang benar-benar beruntung.
Sam, apa kau pernah melakukan banyak kebaikan, tapi tidak ada satu manusia pun yang peduli dengan kebaikanmu? Ah, Sam, aku yakin itu sering terjadi. Kau merasa bahwa kau sudah sangat baik, tapi justru itu tidak ada apa-apanya di mata manusia. Tapi itu ada artinya di mata Sang Pencipta. Itu ada. Kau tahu bahwa kini banyak orang hebat di dunia yang konon merasa dirinya hebat mencaci maki agamamu? Kau tahu? Jika kau tahu ada hal yang tidak bisa mereka ketahui kebenarannya. Bahkan ketika aku menuliskan ini, aku jadi ingat Nabi Muhammad, Al Qur'an, dan Umat Islam yang kini diberi begitu banyak cobaan, di berbagai belahan bumi ini, kini, mereka hanya bisa menangis, tapi sesungguhnya tangisan itu hanyalah kecil jika dibandingkan dengan kebesaran rasa ikhlas yang kita miliki di dunia ini. Ikhlas itu demi sebuah janji dari Allah, surga.
Sam, kau sendiri tahu bahwa memperjuangkan kebenaran tidaklah gampang. Memahami Al Qur'an yang terkesan mengerikan bagi yang menolaknya, tidak lain, yang menolak adalah yang tidak memiliki keikhlasan. Kita diajarkan ikhlas karena tubuh kita pun tidak akan abadi di dunia. Al Qur'an lah salah satu penolong bagi kita nanti ketika ruh kita terlepas dari tubuh. Allah, Yang Maha Agung, menjelaskan pada kita bahwa sangat mudah baginya untuk meluluh lantahkan dunia ini berikut kita yang ada di dalamnya. Kita tidak ada apa-apanya. Lantas mengapa kita harus sombong? Untuk itulah, Al Qur'an mengajarkan kita akan lebih berhati-hati dalam melangkah di muka bumi. Ia adalah sumber ilmu sesungguhnya yang tak bisa kau dapatkan dari buku-buku ciptaan manusia. Dan kau tak bisa berpaling darinya walau hanya satu langkah. Kebenaran itu adalah Al Qur'an!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Jangan Terlalu Percaya Diri!
Jangan jika belum kau kuasai ilmu langit dan kau benam segala pongah beberapa meter di dalam tanah jangan jika belum kau mampu, mengisi ti...
-
Jabat Erat Komunitas Penulis Pada Temu Sastrawan Indonesia Ke-4 Oleh: Ria Ristiana Dewi Panas Dingin Komunitas Penulis di TSI-4 ...
-
Allah adalah alasan mengapa kita di sini. Lantas, mengapa kamu harus takut. Padahal Ia selalu ada untukmu. sejatinya, Tuhanmu tidak pernah ...
-
Sam, akan aku kabarkan padamu tentang angin lalu yang tiba-tiba berbaik hati dan menurut. Jangan salah sangka, Sam! bukan menurut padaku, ta...
No comments:
Post a Comment